Istiqomah yang Susah

Juli 06, 2015

Merasa susah dengan apa itu istiqomah? Jika iya, selamat! Itu artinya anda sedang berjuang melawan diri anda sendiri. Mengapa istiqomah itu bisa susah? Karena perlu konsisten dalam melakukan suatu kebaikan secara terus menerus. Masalahnya adalah ada sesuatu dalam diri kita yang cukup mendominasi untuk melakukan keburukan yaitu nafsu. Nafsu itulah adalah diri kita sendiri yang harus dilawan.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca thread tentang ini di Kaskus (maaf lagi-lagi saya lupa tidak menyimpan linknya). Thread ini udah bagus, jadi Hot Thread pula. Penulis thread tersebut memaparkan sejelas-jelasnya tentang siapa musuh terbesar dalam hidup kita yang singkat ini. Jelas sekali jawabannya. Yaitu diri sendiri. Thread di Kaskus itu juga menuai beragam komentar positif dan setuju dengan apa yang ditulis.


Penulis tersebut menyampaikan, bahwa musuh terbesar dalam hidup kita adalag diri kita sendiri. Berhenti menengok orang yang benci dan tidak suka dengan kita. Karena mereka yang tidak menyukai kita akan menjadi musuh jika kita 'menganggapnya' musuh. Tapi untuk diri sendiri? Itulah musuh kita sebenarnya! Dalam diri kita memiliki dua sisi. Ada sisi baik dan sisi buruk. Sisi baik ini yang perlu dipelihara bahkan dikembangkan. Namun sebaliknya, sisi buruk ini harus diminimalisir atau kalau bisa dibina sekalian alias dibinasakan.

Sisi buruk kita apa saja? Banyak sekali--kalau sekiranya kita mau melihat diri sendiri. Dari berbagai pengamatan, saya melihat bahwa malas adalah sisi buruk yang dominan sekali di dalam diri semua orang. Bisa dikatakan, malas-malasan adalah pondasi dasar sisi buruk dalam diri kita. Saya sempat melihat komentar orang di thread kaskus,

Orang malas mah gak akan kuat ngambil handuk yang enteng banget buat jalan ke kamar mandi.
Karena malas, kita bisa tidak belajar. Karena malas, kita bisa bangun kesiangan. Karena malas, kita jadi enggan mengerjakan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Karena malas, kita jadi tidak melakukan apapun. Padahal masih banyak aktivitas positif yang dapat dilakukan daripada malas-malasan. Dan masih banyak lagi kegiatan malas-malasan beserta efeknya yang berimbas pada hal-hal lain. Pasti anda bisa memikirkannya sendiri.

Semua itu berawal dari malas.

Malas itu cenderung kepada nafsu.

Nafsu itu selalu mendorong kita untuk melakukan hal buruk.

Lalu apa hubungannya dengan keistiqomaahan?

Karena kita terdiri dari dua sisi, maka dari itu kita harus melawannya sedini mungkin. Asalkan konsisten, pasti bisa kok istiqomah. Karena yang namanya kebaikan selalu susah untuk dijalani. Ada saja alasan yang akan membuat kita mengurungkan niat baik tersebut. Maka dari itu, istiqomah bukan diartikan sebagai konsisten menjalankan perbuatan baik. Tapi lebih kepada bagaimana kita berjuang melawan diri sendiri agar perbuatan baik itu tetap kita jalankan.

You Might Also Like

0 komentar