Mimpi Aneh menjelang Buruk!

From wall.alphacoders.com Tadi pagi sebelum sahur, saya sempat bermimpi aneh. Entah ini mimpi aneh atau bahkan bisa dikategorikan sebagai mi...

From wall.alphacoders.com

Tadi pagi sebelum sahur, saya sempat bermimpi aneh. Entah ini mimpi aneh atau bahkan bisa dikategorikan sebagai mimpi buruk. Hanya saja untuk direalisasikan ke dunia nyata itu tidak akan mungkin terjadi. Walaupun pada dasarnya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

***

Kisah bermula dengan satu keluarga yang hidup dengan damai. Personil dalam satu rumah berlantai dua terdiri dari Ayah, Ibu, dan kedua anaknya. Anak sulung adalah perempuan berusia 14 tahun sedang anak bungsu adalah laki-laki berusia 14 tahun. Sang Ayah adalah seorang travel. Hobinya kemana saja asalkan seru. Namun karena kesibukan dari anggota keluarga yang lain, akhirnya jarang-jarang satu keluarga ini bisa travel bersama. Padahal cita-cita ayah selama ini adalah membawa keluarganya travelling.

Pada suatu hari, Ayah pergi travelling. Lalu beberapa tidak kunjung pulang. Bahkan untuk sekedar kabar pun tidak ada tanda-tanda dari beliau. Telepon genggam Ayah bahkan tidak aktif. Hal ini membuat telepon Ibu dan kakak pertama sudah sekian hari tidak menderingkan kabar sang Ayah. Setelah seminggu kabar membisu, akhirnya kabar menjawab dengan kepulangan Ayah ke rumah. Ayah pulang tidak sendiri melainkan bersama orang-orang banyak sekali. Baru sekian detik Ibu dan kedua anaknya tersadar. Orang-orang ini membawa keranda ayahnya. Ayahnya pulang tanpa nyawa.

Seketika itu juga tangis membuncah dari keluarga kecil yang ditinggalkan. Rupanya Ayah mengalami kecelakaan saat travelling. Saat ia sedang asyik menikmati hobinya. Ayah datang dengan tubuh yang sudah terbungkus kafan. Si anak sulung bahkan tidak berani turun ke lantai bawah untuk melihat ayahnya untuk yang terakhir. Ia hanya mengurung diri di kamar.

Beberapa tahun kemudian setelah kepergian Ayah, keluarga kecil ini mulai membaik meskipun hanya tersisa tiga personil. Ibu menjadi tulang punggung keluarga demi bisa mencukupi kebutuhan hidup serta menyambung sekolah kedua anaknya. Tidak berapa lama Ibu membeli rumah baru dengan uang hasil kerja yang ditabung selama ini. Sebuah cita-cita Ayah dan Ibu saat Ayah masih hidup.

Rumah baru sudah selesai dibangun. Namun keanehan terjadi. Ketika Ibu berkunjung di rumah baru tersebut, ada banyak hal yang mengganggunya. Lampu yang menyala sendiri, kompor menyala sendiri, lemari terbuka sendiri, suara gebrakan meja, dan lain-lain. Ibu sedikit ketakutan dengan hal ini. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang.

Beberapa hari kemudian, keanehan yang sama terjadi lagi di rumah keluarga kecil itu. Tepatnya pada malam hari sebelum tidur gangguan tersebut muncul. Ketika anak sulung ingin ke dapur, lampu tiba-tiba mati. Ia hanya heran dan tetap melanjutkan apa yang ia inginkan di dapur. Tapi lama-kelamaan semuanya jadi semakin aneh. Ketika anak sulung meninggalkan dapur, kompor justru menyala sendiri. Disusul suara perabotan yang berjatuhan. Anak sulung ini bingung dan ketakutan. Karena suara benturan perabotan dapur yang jatuh ke lantai keras, Ibu dan anak bungsu terbangun. Mereka pun juga merasa ketakutan.

Akhirnya Ibu dan kedua anaknya merapat di salah satu sudut rumah. Mereka sibuk mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi. Siapa yang berbuat dibalik ini semua? Apakah benar hantu? Rasa penasaran mereka mulai terjawab ketika si sulung melihat ada kejanggalan. Terlihat tangan seorang perempuan yang memainkan perabotan dapur sehingga menimbulkan suara. Samar-samar, anak sulung dapat memastikan bahwa ini adalah ulah manusia walaupun ia tidak berani untuk memastikan langsung. Mereka hanya menunggu. Sekilas kemudian Ibu menyuruh kedua anaknya untuk bersembunyi di lemari pakaian. Ibu juga ikut bersembunyi. Tapi karena rasa penasaran anak sulung yang tinggi, ia memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiaannya. Ia ingin tahu siapa yang mengganggu rumahnya karena gelagatnya seperti meneror keluarga ini. Terlebih ketika diskusi tadi Ibu bercerita tentang pengalamannya di rumah baru. Semakin mendorong rasa penasarannya. Ini pasti orang, bukan hantu. Gumam anak sulung dalam hati,

Anak sulung berjalan pelan ke dapur. Ternyata di dapur tidak ada siapa-siapa. Tidak ingin semuanya sia-sia, ia menelusuri seisi rumah. Barangkali ada seseorang yang bersembunyi. Ketika seluruh bagian rumah ditelurusi dan tidak menemukan apapun, ia kembali ke tempat persembunyian adik adn Ibunya. Saat itu juga ia melihat seorang wanita cantik berambut panjang sedang menunduk lesu di hadapan Ibu dan adiknya.

Orang ini memang bukan hantu.

Anak sulung tersenyum lega. Namun masih dilingkupi penasaran. Sejenak ia mendekati Ibu dan adiknya. Sekilas, wanita itu terlihat muda. Usianya sekitar 27 tahun. Begitulah pengamatan sementara dari anak sulung
"Maafkan saya yang telah mengganggu Ibu dan keluarga kemarin dan hari ini". ujar wanita tersebut. 
"Apa tujuanmu meneror keluarga kami"? tanya Ibu.
"Sebenarnya saya ingin menjelaskan sesuatu kepada Ibu terlebih dahulu".

Terungkaplah semuanya. Dari penuturan yang disampaikan wanita ini, terungkap bahwa ia selingkuhan Ayah. Ayah selingkuh? 

Awalnya wanita ini sudah memiliki suami. Suaminya berprofesi sebagai seorang polisi. Karena kesibukan sebagai polisi, sang suami hanya memiliki waktu luang untuk istrinya di rumah. Alhasil wanita ini merasa bosan dan kesepian. Ketika suaminya bekerja, wanita ini memutuskan untuk jalan-jalan. Dan kebetulan  yang tidak diinginkan  wanita ini bertemu dengan Ayah di salah satu kota tujuan wisata. Entah bagaimana awalnya, mereka semakin akrab dan menjalin hubungan pacaran. Padahal masing-masing dari keduanya sudah mengetahui bahwa mereka telah memiliki keluarga. Mungkin karena rasa nyaman dan aman, mereka menjalani hubungan ini cukup lama.

Namun kebahagiaan mereka tidak bertahan lama ketika suami dari wanita ini mengetahui hubungan Ayah dan istrinya. Suaminya selalu mengejar Ayah bahkan tidak segan-segan ingin membunuhnya. Suatu ketika terjadi pertarungan antara Ayah dan suami wanita ini. Wanita ini hanya menangis dan melihat pertarungan itu tanpa bisa merelai. Keduanya babak belur. Di saat itulah Ayah berkata,
"Jadilah suami yang baik. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu sehingga membuatmu melupakan istrimu".
"Kau tidak usah ikut campur"! sanggah suami dari wanita ini.
"Kau pikir aku pacaran dengan istrimu? Kami tidak pernah mengikat perjanjian apa-apa. Lagipula aku sudah punya istri dan anak-anak".
Bagai tebing jurang yang dindingnya terlalu kokoh untuk ditembus nasehat, suami ini justru membunuh Ayah seketika itu juga ketika Ayah lengah. Ayah pun tidak menghembuskan nafas dalam kondisi berdarah-darah.

"Awalnya aku pikir dia adalah kekasihku. Aku pikir dia adalah pacarku. Sosok terbaik yang bisa menggantikan suamiku sendiri". ujar wanita ini terbata ketika kalimatnya sampai di ujung cerita. "Ternyata ia tidak menganggapku apa-apa selama ini. Dia hanyalah sosok yang baik hati dan bersedia menolongku. Apa yang ia katakan sebelum meninggal itu membuatku sadar. Dia tidak menganggapku apa-apa bahkan siapa-siapa".

Anak sulung terdiam. Ibu terlebih lagi. Ibu seperti berusaha meredam emosi yang naik turun atas cerita itu, Anak bungsu bahkan sudah tertidur. Ia tidak lebih dari sekedar anak polos yang masih belum mengerti apapun.

"Benarkah kamu tidak melakukan apapun dengan suami saya". tanya Ibu meyakinkan diri. Pertanyaannya terdengar dengan nada sabar.
"Sama sekali tidak. Aku hanya sering chatting dengannya. Sering bertemu namun akulah yang lebih banyak bercerita dan curhat dibanding suami anda. Dia lebih banyak mendengarkan".

"Aku akan melindungi kalian", ujar wanita ini tiba-tiba.
"Apa maksudnya"? tanya Ibu.
"Suamiku akan mengincar keluarga kalian. Aku akan tinggal di sini bersama kalian".
"Lalu apa tujuanmu mengganggu kami dengan teror ala hantu semacam itu"? tanya anak sulung.
"Aku hanya menguji tingkat kesabaran dan keberanian kalian".
Ibu dan anak sulung hanya saling pandang.

Sesaat setelah obrolan Ibu, anak sulung, dan wanita ini selesai dan hening. Hari semakin larut sehingga membuat raga mereka menginginkan istirahat. Namun sayang, tiba-tiba pintu rumah digedor dengan keras. Siapa gerangan yang menggedor pintu sekeras ini? Seakan orang itu ingin mendobrak pintunya sekaligus. Tiba-tiba wanita ini sadar bahwa ia tadi lupa menutup pintu depan rumah ketika masuk. Seketika itu juga orang-orang ini dirundung ketakutan. 

Wanita ini dengan beraninya langsung berlari menuju rumah depan. Anak sulung pun menyusul wanita ini. Ketika sampai di ruang tamu, didapati seseorang berpakaian polisi berada di ambang pintu. Dari situ anak sulung langsung merinding. Terlebih lagi ketika ia teringat cerita wanita ini. 

Apa yang terjadi selanjutnya? Terlihat Ayah yang menerkam orang berseragam polisi itu dari belakang. Anak sulung terbelalak seketika. Nampak dibelakang Ayah ada orang-orang berseragam polisi justru membantu Ayah. Orang itu pun tertangkap. Anak sulung langsung memeluk ayahnya erat-erat sembari menangis. Ayah telah kembali? Ayah tidak jadi mati?

Ayah menjelaskan bahwa kematiannya hanyalah rekayasa. Suami dari wanita ini adalah orang yang jahat dan selalu berbuat kriminalitas meskipun ia adalah anggota kepolisian. Ayah sengaja bekerjasama dengan polisi untuk menangkap orang ini. Salah satu upayanya adalah dengan rencana rekayasa kematian Ayah.

"Ini juga menjadi ujian kesetiaan bagi ibumu. Lihat selama bertahun-tahun ini, apakah ia menikah lagi"?

You Might Also Like

0 komentar