Selalu Bermimpi

Juli 10, 2015

Beberapa hari yang lalu sama bermimpi mengendarai mobil sekeluarga. Lalu tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan. Padahal destinasi perjalanan sekeluarga ini menuju tempat yang saya idam-idamkan  pantai! Sayang hanya mimpi. Kemarin saya bermimpi menjemur pakaian hingga tempat jemuran di rumah saya penuh dengan baju-baju yang harus kering. Naasnya, hujan turun tiba-tiba sebelum saya sempat mengangkat jemuran. Untung hanya mimpi.

Begitulah mimpi. Kadang kita menyayangkan kehadirannya, kadang kita mensyukuri kehadirannya. Menyayangkan karena hanya mimpi. Atau mensyukuri karena itu semua hanya mimpi.

Saya sudah berkali-kali bermimpi ketika tidur dengan frekuensi kadang-kadang. Sebelum tidur biasanya saya tidak memikirkan apa-apa. Langsung tidur begitu saja. Namun justru ketika tidur bisa bermimpi aneh. Entah itu mimpi yang mengada-ada, tidak mungkin akan terjadi, sampai yang alur ceritanya tidak terpikirkan. Itu semua hanya terjadi dalam mimpi. Tapi banyak yang bilang bahwa mimpi terjadi karena kita banyak memikirkan suatu hal. Entahlah.



Jadi, di sini saya tidak akan membahas tentang cita-cita dalam hidup melainkan tentang mimpi sebagai bunga tidur.

Menurut beberapa pengalaman, mimpi bisa menjadi inspirasi yang bisa diaplikasikan ke dunia nyata. Seperti contohnya adalah tulisan iseng saya yang berisi cerita. Cerita itu memang benar-benar diputar otak saya ketika saya tidur. Entahlah bagaimana kerja otak dalam memutar mimpi ketika raga sedang istirahat. Bukankah tubuh sedang dalam mode istirahat dan pasti otak juga mengistirahatkan diri kan?

Tentang inspirasi bagaimana alur cerita mimpi juga menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Bagaimana otak kita merangkai cerita yang didasarkan oleh memori yang sudah tersimpan. Ditambah dengan imajinasi sendiri, jadilah mimpi diputar dengan cerita yang bermacam-macam. Ada yang pernah kita alami sebelumnya atau malah bermimpi tentang sesuatu yang tidak pernah dialami. Karena otak kita yang terbatas untuk menyimpan informasi. Dalam artian hanya informasi yang sengaja atau tidak sengana tersimpan dalam memori otak membuat kita hanya bisa memimpikan orang-orang yang wajahnya pernah kita lihat di dunia nyata. Apakah anda pernah mendengar fakta ini?

Dalam jangka ingat yang bisa lakukan untuk mengingat cerita mimpi juga bervariasi. Tapi rata-rata kita hanya mampu mengingat secuil dari cerita mimpi yang terputar di otak ketika tidur. Mungkin ketika selepas bangun tidur kita bisa mengingat seluruh alur mimpi. Tapi jika kita tidak sengaja mengingat bagaimana alur mimpi, maka otak kita akan begitu cepat melupakannya. Dari berbagai survey menyatakan fakta bahwa kita tidak bisa mengingat 90% mimpi kita setelah bangun tidur. Sudah pernah mendengar fakta ini?

Jadi, mimpi tetaplah mimpi. Mungkin ketika tidur pun kita membutuhkan hiburan jadi dengan pemutaran mimpi dianggap sebagai salah satu fitur otak. Meski hanya mimpi, baik mimpi menyenangkan atau menyedihkan, tetap syukuri saja. Bersyukur karena semua itu hanya mimpi. Jika menyayangkan mimpi baik tapi itu semua hanya mimpi, itu artinya kita harus berjuang untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Bukan hanya berdiam diri dalam impian apalagi tertidur untuk bermimpi. :P

You Might Also Like

0 komentar