Siapa yang Merindukan Surga Seperti Itu?

Juli 27, 2015

Tadi siang saya menyempatkan diri menonton film yang sedang ramai dibicarakan. Apalagi kalau bukan Surga yang Tak Dirindukan. Film ini diproduksi oleh Manoj Punjabi. Film ini tayang perdana pada saat lebaran. Pas banget dengan momen liburan yang masih libur.

Film SYTD sampai tanggal 26 Juli 21015 sudah mencapai 728.942 penonton.
Surga yang Tak Dirindukan berkisah tentang pertemuan Arini dan Prasetya yang tanpa disengaja. Perkenalan mereka yang nampak begitu singkat itu berlanjut ke jenjang pernikahan. Awalnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia dengan dikaruniai seorang putri bernama Nadya. Mereka pun membuat kisah dongeng yang indah. Sampai pada akhirnya kejadian yang tidak terduga muncul ketika Pras sedang melakukan proyek dan harus berjauhan dengan Arini dan anaknya. Sampai dalam keadaan terdesak akhirnya Pras menikahi Meirose, perempuan yang diselamatkannya dari kecelakaan dan juga dari percobaan bunuh diri.


Mirisnya, Prasetya menikahi Meirose tanpa sepengetahuan Arini sebelumnya. Pras ingin menceritakan yang sebenarnya tapi hal itu diurungkan dengan alasan waktu yang kurang tepat. Sampai pada titik klimaks dimana Arini tahu dengan sendirinya bahwa Pras setiap malam tidak pulang ke rumah lantaran memiliki istri baru. Di lain pihak, Arini mengetahui suatu rahasia yang semakin membuat hatinya sakit.

Siapa yang merindukan surga seperti ini? Ketika istana yang dibangun sedemikian rupa harus berdampingan dengan istana yang lain. Mungkin ganjaran seorang istri yang ikhlas melihat suaminya menikah lagi adalah surga. Tapi siapa yang akan merindukan surga seperti ini?

"Surga yang Mas Arman gambarkan begitu indah. Tapi maaf, bukan surga itu yang aku rindukan." -Arini

Arini bahkan sempat berpikir untuk cerai dari Prasetya. Namun ibunya menolak keputusan Arini tersebut. Meski Arini meyakinkan diri bahwa banyak anak dari single parent yang sukses. Tapi tetap ibu Arini menolak keputusan Arini untuk cerai. Ibunya selalu menguatkan Arini untuk bersabar dan ikhlas. Terutama untuk masa depan Nadya sendiri.

Meirose sendiri adalah seorang mualaf yang hdiup dari keluarga broken home. Ayahnya yang tidak pernah kembali untuk keluarganya serta ibunya yang bunuh diri. Ia tidak memiliki siapa-siapa lagi hingga mencapai titik paling berat ketika pernikahan Meirose dibatalkan oleh pihak laki-laki. Padahal saat itu Meirose sedang hamil. Di sanalah Prasetya melihat ternyata Meirose memiliki kesamaan dengan dirinya, memiliki masa lalu yang buruk. Hingga sampai pada Pras yang 'terpaksa' menolong Meirose dari aksi bunuh dirinya. Ketika sampai pada pertemuan Meirose dan Arini dan amarah Arini yang menjadi-jadi, Meirose semakin mengerti apa itu Islam,

"Ya Allah. Seandainya aku mengerti tentang agamaMu, aku tidak akan membangun kebahagiaan ini di atas air mata wanita lain." -Meirose

Saya terperangah dengan film ini. Karena alurnya yang benar-benar menyentuh. Lengkap dengan beberapa kali klimaks yang membuat penonton menangis. Hubungan kasih sayang yang erat antara ayah, ibu, dan anak seperti benar-benar terasa mengharukan dalam film ini. Begitu pun dengan peran Nadya sebagai anak kecil nan polos yang menguatkan hubungan kedua orang tuanya agar tidak berpisah. Belum lagi cuplikan film ketika Meirose mencoba bunuh diri. Meirose nampak benar-benar depresi dengan ungkapannya yang menganggap semua laki-laki itu sama saja.


You Might Also Like

1 komentar