Para Pencari Keadilan-nya Pipiet Senja

Abis tamat baca buku ini Hari ini adalah Rabu, 14 Oktober 2015. Tanggal yang bertepatan dengan tahun baru penanggalan Hijriah 1 Muharrom, sa...

Abis tamat baca buku ini
Hari ini adalah Rabu, 14 Oktober 2015. Tanggal yang bertepatan dengan tahun baru penanggalan Hijriah 1 Muharrom, saya selesai membaca sebuah novel karya Pipiet Senja, Para Pencari Keadilan.

Buku ini saya dapatkan dari pihak Erlangga. Saya mendapat dua buah novel dengan penulis yang sama. Salah satunya adalah novel ini, Para Pencari Keadilan. Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis keturunan Batak-Tionghoa bernama Rumondang. Ia hidup di pedalaman Medan dengan budaya batak yang kental. Rumondang mewarisi kecantikan ibundanya yang seorang keturunan Tiongkok. Orang-orang sudah mengakui kecantikan Rumondang. Di rumah, Rumondang tidak pernah dihargai oleh keluarganya. Neneknya selalu berbuat kasar dan sumpah-serapah kepada dirinya. Sanak keluarga lain juga tidak ketinggalan mengucilkan Rumondang. Nam
un ia tetap sabar dan tabah. Karena baginya, sudah biasa keluarga besar ayahnya itu tidak memperlakukan dirinya dengan baik, Sekalipun ia juga belum pernah mengetahui siapa dan dimana keberadaan orang tuanya.

Saat itu, Rumondang menunggu hasil UN dan pengumuman lolos tidaknya dia untuk masuk USU jurusan kedokteran. Rumondang ingin melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Terutama, sang kakek, satu-satunya orang yang menyayanginya, harus berpulang ke Ilahi. Sebelum meninggal, kakeknya memberi sesuatu berisi foto-foto ayah ibunya dan alamat keberadaan orang tuanya di Jakarta. Kakek berpesan agar Rumondang segera mengunjungi keluarga besar ibunya yang masih dalam kota Medan sebelum akhirnya menemui orang tuanya di Jakarta.

Rumondang nekad meninggalkan kampung halaman. Meninggalkan pengumuman hasil PMDK yang menyatakan ia lolos untuk masuk universitas dengan jurusan kedokteran. Banyak hal yang Rumondang alami mulai dari fitnah, cercaan, keirian dan dengki, hingga keadaan menuntunnya menjadi penegak keadilan bergelar SH, Sarjana Hukum.

Banyak kasus yang telah ditangani Rumondang. Apalagi jika ia harus berhadapan dengan koruptor, penyelundup, dan lain-lain. Rumondang selalu memenangkan pengadilan dengan hukuman seberat-bearnya terhadap pelaku. Nyatanya, menegakkan keadilan dengan jalan bersih tidak semudah melewati jalan tol. Ada saja orang-orang dengan kepentingan tertentu yang mengiming-imingi Rumondang atau bahwa mengancam nyawanya. Baik ancaman tersebut berupa surat kaleng, telepon gelap, sms, inbox email, dan lain-lain.

Belum lagi dengan keberadaan Rumondang di kejaksaan. Ia selalu menyelesaikan kasus yang mengharuskannya berhadapan dengan etnisnya sendiri, Tiongkok. Hal ini sempat membuat keturunan Tiongkok dianggap miring. Memang benar mereka tergolong kaya raya dan banyak harta. Namun mereka mencari harta dengan jalan yang tidak benar. Di situlah peran Rumondang menghapus praktek-praktek nakal dilakukan. Yaitu dengan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Meskipun harus berhadapan dengan etnisnya sendiri.

Novel ini memiliki cerita yang luar biasa. Dimana Rumondang digambarkan sebagai sosok perempuan solehah menjadi yang paling mendomonasi di antara ayahnya yang seorang seniman dan ibunya, pengusaha kosmetik sukses hingga bisnisnya merangkul kerjasama dengan mancanegara. Rumondang selalu menjaga hijabnya dengan sempurna. Ia tidak memilih pergaulan dengan sembarangan. Segala hal berbau moderanitas harus dipilah dahulu mana yang terbaik untuk diambil. Di novel ini, Rumondang diceritakan sebagai sosok yang inspiratif bagi wanita-wanita muslim agar bisa tangguh, kuat, dan tak gentar membela yang benar dan menyalahkan yang salah seperti dirinya. Keteguhan iman yang digambarkan dalam sosok Rumondang juga patut diacungi jempol.

Saya suka dengan novel ini. Apalagi dengan sosok Rumondang yang diceritakan oleh Pipet Senja begitu menginspirasi. Lintas adat dan etnis adalah ciri menonjol dalam kisah novel ini. Intinya, buku ini benar-benar menginspirasi saya. Buku ini layak dibaca untuk merepair keimanan. Selamat membaca!:)

You Might Also Like

1 komentar