Merasa Tersakiti

Entah ini perasaanku saja atau hanya semilir angin menerpa. Tapi, aku merasa tersakiti. Agak lebay emang. Kenapa aku ndengaren bisa sepeka i...

Entah ini perasaanku saja atau hanya semilir angin menerpa. Tapi, aku merasa tersakiti. Agak lebay emang. Kenapa aku ndengaren bisa sepeka ini dengan orang lain. Biasanya cuek alias tidak tahu apa yang terjadi. Aku masih bingung untuk menjelaskannya. Barangkali, meskipun masih abstrak, akan kujelaskan.

Aku punya seorang teman. Dia dekat denganku. Pastinya dia juga baik padaku. Benar-benar baik. Intinya, baik pokoknya. Baik adalah kata yang sudah mewakili segalanya menurutku. Hingga tiba-tiba, ia mendadak jadi cuek dengan aku. Sikapnya berubah. Aku seperti rumput bergoyang yang tak dianggap olehnya. Dia mendadak mendiamkanku sejenak. Mungkin lama-lama aku ditiriskan juga lalu dilupakan. Seperti itulah nasibku.

Sudah kelas 3 SMA (mau lulus pula). Aku mencoba berpikir positif dan dewasa. Yang namanya hubungan antar orang itu tidak selamanya selalu beres. Pasti ada hal yang menjadi kesalahpahaman sehingga membuat kita saling membenci. Tidak ada kata 'baik-baik saja'
dalam hubungan antar manusia. Pasti ada sesuatu yang terkadang tidak cocok untuk diterima hati kita. Baik perilaku, perkataan ataupun sikap. Benar juga, ada hal yang kulakukan sehingga membuatnya tidak suka. Tapi setidaknya, bisakah hal ini dibicarakan baik-baik? Bukan hanya diam dan tiba-tiba menjauhi seperti ini? Aku merasa melakukan hal baik tapi engkau tidak menganggapnya demikian. Aku sudah minta maaf. Katanya dia memaafkanku dan semua hal yang terjadi akhir-akhir ini adalah memang salahnya. Tapi sikapnya kepadaku tidak menunjukkan demikian. :(

Ternyata, kejujuran itu penting. Meski ada sakit dan nyelekit-nyelekit di dalamnya. Paling tidak kita sudah jujur dan tidak ada yang disembunyikan. Seharusnya kalau kamu kesal sama aku ngomong aja. Tidak perlu mendadak diam. Karena mendiamkan orang yang kamu anggap salah itu tidak akan menyelesaikan masalah. Orang yang kamu diamkan itu tidak akan tahu salahmu dimana sebelum kamu ngomong sendiri. Dan, didiamkan itu justru lebih menyakitkan. Bayangkan, kita didiamkan dan disuruh mencari kesalahan kita sendiri. Apakah itu adil?

Barangkali, kamu sudah tidak mau berteman denganku?

Aku merasakannya. Kamu sudah tidak mau berteman lagi denganku. Kita sudah tidak cocok lagi ya? Hmmmm. Aku juga merasa males berteman denganmu lagi. Tiba-tiba akrab lalu dicuekin begitu saja itu sakit. Kalau seperti ini, kenapa tidak dari dulu saja kita tidak usah akrab? Seharusnya, dari dulu kita biasa saja seperti teman satu kelas. Biasa aja. Tidak perlu akrab apalagi banget. Biasa saja.

Aku hanya berprasangka baik. Barangkali masalah ini akan menguatkan hati kita satu sama lain. Supaya kita lebih pandai dalam menjaga hubungan pertemanan. Perasaan orang lain juga perlu kita jaga. Jangan mentang-mentang saking dekatnya, justru yang dekat itu sering kamu sakiti hatinya.

Aku hanya berpikir satu hal? Benarkah masalah kita ini adalah karena cinta? Bukan! Bukan terjadi penikungan sepihak atau perebutan hati dan sebagainya. Apa benar gara-gara cinta hubungan kita jadi tidak sinkron lagi? Entahlah. Kalau kamu lebih milih dia daripada aku, silahkan saja. Aku akan pergi kok. Aku ikhlas.

Hanya bisa sabar. Aku sudah biasa diginiin haha.

You Might Also Like

0 komentar