2012 vs 2016

Juni 29, 2016

Sebagai seorang kakak, saya benar-benar menyayangi adek. Saya Itsnahm dan saya memiliki dua orang adek yang cantik dan ganteng. Meskipun mereka kerapkali mengganggu aktivitas saya dan sangat menyebalkan tapi saya tetap sayang. Karena dari merekalah saya bisa belajar lebih dewasa, lebih gemar mengalah, lebih banyak bersabar, lebih bertanggung jawab atas apapun tentang adik-adiknya, dan sebagainya. Saya sangat bersyukur dengan kehadiran mereka. Karena dengan adanya mereka hidup saya jadi berwarna. Berwarna dengan pertengkaran memperebutkan masalah sepele, misalnya.

Sekarang saya ingin memperkenalkan adek saya yang pertama. Namanya Ilham Akbar Mustofa. Akrabnya disapa Ilham tapi kalau saya dari dulu memanggilnya dengan sebutan "baying". Hehe. Ilham adalah manusia kelahiran 2001, tepatnya pada tanggal 5 September. Nyaris bertepatan dengan tanggal lahir Abah yang 16 September. Ilham ini adalah sosok adik yang berbeda dari kebanyakan adik pada umumnya. Kita tidak bisa sharing uneg-uneg atau cerita apapun. Tapi hati kita sudah benar-benar dekat satu sama lain. Itsna sayang Ilham, Ilham pun sayang Kak Itsna.
Meskipun kita sering berantem hebat karena rebutan komputer. Maklum, kita dulu sebagai anaknya Abah merupakan internet addict jadi susah kalau sehari tidak bertatap muka dengan komputer. Kalau Abah sedang keluar, hal ini adalah kesempatan emas bagi anak sulung seperti saya untuk menindas golongan lemah semacam adek saya.

Kita hampir tiap hari bertengkar. Tema pertengkaran juga sama, rebutan komputer. Saya egois, Ilham juga egois. Tidak ada yang mau ngalah. Artinya saling teriak. Sampai akhirnya Ilham menangis dan terkapar di bawah sedang saya asyik duduk di kursi sambil mainan komputer. Tidak peduli seperti apa tangisan Ilham waktu itu. Saya hanya mikir kalau adik saya sudah terlalu sering main komputer jadi seharusnya gantian. Hehe. Itu dulu sih, waktu saya sekitaran usia SMP dan Ilham masih SD kelas kecil. Sekarang sih enggak. Ilham sudah besar sekarang. Dia sering ngalah kok. Sekali saya perintah langsung bergerak. Maklum, sekarang saya tegas kepada Ilham. Lebih tepatnya sih, galak dan suka teriak-teriak kepada Ilham. Semacam tuntutan profesi sebagai anak sulung yang harus bertanggung jawab kepada adik-adiknya. Aseeeeeekkk

Hari ini saya stalking folder-folder lama di komputer Abah. Saya menemukan foto-foto saya sewaktu SMP. Kebanyakan foto selfie sih. Tapi tak disangka ada foto selfie dengan Ilham. Ilham waktu itu masih cute banget. Kami selfie untuk menunggu Abah siap-siap. Dulu, ketika kami berangkat sekolah memang diantar Abah. Karena Abah biasanya lama, akhirnya kita menunggu sambil foto-foto. Hehe.

Berikut adalah foto-foto saya dengan Ilham sekitar tahun 2012 (keterangan waktu didapat dengan milihat kapan foto-foto ini disimpan di harddisk komputer).

Ilham kelihatan ngantuk.

Ngantuk dipaksa selfie vs yang sok manis di depan kamera




Empat tahun kemudian. 14 Juni 2016


Akhirnya kompak sama-sama mringis

Dari sini Itsna merasa persis dengan Ilham


Kak Itsna malah kebanyakan gaya
Tak terasa sekarang Ilham sudah SMP. Bukan SD lagi. Kak Itsna sudah lulus SMA dan menggalaukan kuliah dimana. Sebentar lagi kita akan berpisah. Maksudnya, tidak serumah lagi. Meski sekarang dengan dulu masih sama -sama suka berantem- tapi Kak Itsna sayaaaaaaang banget sama Ilham. Sayang banget pokoknya. Meski Ilham itu beda dengan kebanyakan adik lainnya tapi Itsna bersyukur banget punya Ilham. Ilham sudah semacam memberikan corak kehidupan tersendiri bagi Kak Itsna. Ilham benar-benar berharga bagi Kak Itsna. So, I feel this is my true love in my beautiful world. I cant hate him because his trouble but he's amazing kid! ilham's different than more people so I keep my heart to love him so much! Althought maybe he became nothing in this world I will keep his live. I cant compare him with other kids but I can proud with all of him. 

Ilham sayang, I know if you have special potential and trace. We just dont know what is your potential and what you can do in the future. But, I believe you're be amazing people. You will be The Winner, not The Loser. You're not fail but you're trying to be "hero". InsyaAllah! Aamiin aamiin*.

Bodo amat bahasa Inggris salah-salah yang penting mau belajar aja. -_-

You Might Also Like

0 komentar