Betapa Perhatiannya Mereka

Kemarin saya merasakan kegagalan. Setelah sekian lama menunggu hampir sebulan untuk hasil SBMPTN dan ibarat digantung oleh universitas yang ...

Kemarin saya merasakan kegagalan. Setelah sekian lama menunggu hampir sebulan untuk hasil SBMPTN dan ibarat digantung oleh universitas yang saya inginkan, ternyata saya dinyatakan tidak lolos. Kemarin itu pada awalnya saya mengakses situs resmi SBMPTN empat jam sebelum pengumuman. Seingat saya dulu ketika membaca jadwal-jadwal penting mengenai ujian tersebut, pengumuman hasil kelulusan akan diumumkan tanggal 28 Juni 2016 pukul 17.00 WIB. Tapi ketika saya buka kemarin jadwalnya jadi berubah pukul 2 siang. Mungkin pihak panitia pengertian karena tanggal pengumuman bertepatan dengan hari-hari puasa dan jam 5 sore adalah saat-saat orang menanti dan menyiapkan buka puasa. Lain lagi jika waktu itu saya salah membaca pengumumannya hehehe.


Detik-detik menunggu yang rasanya seperti akan dieksekusi

Saya tidak tahu apa hasilnya nanti. Entahlah. Saya hanya bisa pasrah. Hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 2, saya langsung membuka situs. Ternyata situsnya limit karena saking banyaknya yang mau lihat hasilnya. Okelah saya tunggu. Akhirnya saya berhasil membuka pukul 4 sore. Akses menuju situs lumayan cepat. Saya pikir anak-anak se-Indonesia pada bukber semua hehe. Ternyata saya dinyatakan tidak lulus.

Jangan putus asa dan tetap semangat! :D
Saya tidak bersedih hati. Biasa aja. Tapi tidak tahu dengan orang-orang yang menyayangi saya. Semoga mereka tidak bersedih. Detik-detik sebelum pengumuman dibuka, Abah Ibuk sudah yang paling awal menunggu. Abah sih biasa saja, tapi Ibuk justru was-was dan deg-deg-an. Maklum karena perempuan biasanya mudah baper hehe. Mas-mas juga selalu tanya-tanya tentang hasilnya. Kawan-kawan saya yang hanya bisa bertatap layar di sosial media juga banyak yang menanyakan kabar. 

"Gimana its, diterima gak sbmnya?"

"Gimana dek? Lolos apa enggak?"

Dan lain-lain.

Dari sana saya lebih berkesan dengan perhatian dan kepedulian mereka daripada hasil SBMPTN-nya. Saya yang awalnya sedih jadi tidak sedih lagi. Buat apa sedih kalau banyak yang menyayangi saya.

"Semangat ya! Mungkin pilihan terbaik dari Allah untukmu."

"Sabar yah jangan galau."

"Gak usah stress! Haha."

"Heleh gak popo. Ini bukan akhir dari segalanya."

Dan segenap kata-kata mutiara penyemangat lainnya. Entah benar atau tidak, jika ada di antara mereka yang mendoakan saya, saya amat bersyukur sekali. Kalau ada lho ya. Kalau emang tidak ada yaudah hehe.

Sekarang rencananya mau ikut seleksi mandiri. Abah yang menyuruh saya untuk ikut seleksi mandiri. Semoga pelajarannya sama seperti UN bukan SBMPTN. Aamiin aamiin. Beruntung juga buku-buku SMA belum dijual ke pengepul kertas hehe. Maafkan Itsna ya kalau belum bisa membanggakan Abah saam Ibuk. Maafkan Itsna yaaaa.

Ibuk pernah bilang,

Banyak jalan menuju Roma.

Semangat terus! Karena tidak berhasil belum tentu gagal.

You Might Also Like

0 komentar