Kakak sayaaaaang banget sama kamu (1)

Juni 13, 2016

Saat Kamu akan Datang (1)

Ini adalah cerita yang ingin kubagikan. Bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Tapi untuk menunjukkan betapa sayangnya Itsna sebagai seorang kakak terhadap adik-adikku. Tulisan ini Itsna buat untuk mensyukuri kehadiranmu di duniaku yang awalnya flat dan biasa saja menjadi penuh warna-warni cinta yang indah. Itsna sebagai kakak bersyukur sekali atas nikmat Allah yang tidak semua manusia dapat merasakannya. Allah itu adil kok. Pasti adil. Karena yang bisa adil di kehidupan ini hanya Allah. Allah pasti memberikan porsi kebahagiaan kepada setiap hambaNya dan tidak semua porsi itu harus sama. Begitupun kebahagiaanku. Allah memberiku porsi yang seperti ini. Jadi, akan aku syukuri.

Kehadiranmu membuatku bahagia. Sungguh! Kakak gak bohong.

***

Kelas 3 SMP tergolong masa-masa berat untuk kujalani. Masa-masa dimana perjalanan hati yang terasa menyesakkan. Kenapa? Karena hal yang aku kira bahagia nyatanya bukan suatu yang bisa dikatakan bahagia. Bahagia tapi tidak bahagia. Susah untuk dijelaskan.

Atas izin Allah, Ibuk hamil. Gak ada yang menyangka sama sekali. Ibuk hanya merasa waktu Ramadhan datang bulannya telat. Pernah waktu di tengah-tengah puasa Ibuk merasa mual dan pusing. Itsna gak peduli waktu itu. Beneran! Gak peduli! Itsna umur 15 tahun waktu itu masih benar-benar belum tau apapun.


Ibuk pun kepikiran untuk tes. Jangan-jangan hamil. Ternyata bener! Ibuk hamil! Alhamdulillah. Itsna yang waktu itu umur 15 tahun gak nyangka bakal punya adek lagi. Bagiku, punya adek semacam Ilham juga sudah cukup. Ya begitulah. Karena aku sama Ilham sering berantem gak jelas jadi suka jengkel sendiri. Namanya juga kakak adek. Hehe.

Sebulan. Dua bulan. Tiga bulan. Berbulan-bulan. Itsna yang awalnya speechless akan hadirnya adek baru, mulai bersemangat. Itsna yang mencarikan nama baru buat calon bayi. Entah itu nanti cowok atau cewek ya disyukuri aja. Terserah Allah mau ngasih apa. Kalau cowok bisa jadi kebanggaan. Kalau cewek bisa jadi kesayangan banget. Pokoknya waktu itu masih belum ada gambaran dan tidak terbayangkan sama sekali kalau punya adek baru dalam kondisi Itsna sudah segedhe ini gimana. Pasti berkesan banget! Karena kalau udah gedhe otak bisa lebih ingat dengan peristiwa-peristiwa penting.
Itsna sebagai kakak sampai-sampai menyiapkan sepasang nama buat jaga-jaga. Kalau cowok nanti diberi nama Muhammad Amnan Rizki Mustofa dan kalau cewek nanti namanya Lia Ardhani Rusyda. Nama-nama itu diambil dari internet dan insyaAllah maknanya bagus walau sekarang udah lupa artinya apa. Abah dan Ibuk setuju-setuju saja sama nama itu.

Bulan kedelapan adalah saat-saat genting dan tidak bisa dikatakan bahagia karena ada kabar bahwa Ibuk mendadak sesak. Entah mengapa Ibuk sesak nafas tanpa sebab yang jelas. Waktu itu memang belum periksa ke dokter jadi sebagai orang awam kita sama sekali gak tahu apa-apa. Baru setelah periksa ke dokter, Ibuk menderita sesak nafas karena ada begitu banyak lendir bening di paru-paru. Rasanya prihatin sekaligus bingung. Prihatin karena kasihan lihat Ibuk dalam kondisi seperti ini. Ibuk kelihatan bener-bener sakit waktu itu. Itsna yang selama ini gak pernah peduli sama Ibuk lambat lain mulai meleleh. Itsna kasiaaan banget. Tapi juga bingung mau ngapain. Itsna bener-bener gak tau apa yang harus Itsna lakukan. Gelap banget rasanya. Maklum, waktu itu Itsna masih belum kenal Allah dan solat masih banyak bolongnya. Ya cuman bisa diem aja waktu itu.

Sebelum itu, Abah dan Ibuk sudah beberapa kali periksa ke dokter. Dokter bilang kalau Ibuk bisa melahirkan dengan normal. Ibuk pun menjadi penuh harapan untuk melahirkan secara normal. Semakin ke sini, karena kondisi Ibuk sesak nafas seperti tadi, akhirnya Ibuk melakukan beberapa check up ke dokter. Hasilnya jelek. Jelek banget pokoknya walaupun Itsna gak tau dan gak bisa baca hasil data check up dalam bentuk map itu kayak apa tapi isinya jelek. Intinya, ternyata Ibuk divonis jantung lemah. Itsna hanya bisa bingung dan bingung mau ngapain. Dalam hati, Itsna cuman kasian gitu. Tapi lebih dari itu, Itsna biasa aja. Gak ada perasaan apa-apa bahkan seperti cuek aja gitu. Astagfirullah. Betapa kerasnya hati Itsna dulu. 

Seminggu sebelum lahir, Ibuk merasa aneh. Calon adek bayi yang biasanya aktif nendang-nendang justru malah diem. Ibuk semakin bingung dan sedih sekaligus khawatir ada apa dengan adek.
bersambung...

Dek Lia... :')

You Might Also Like

0 komentar