Kakak sayaaaaang banget sama kamu (2)

Juni 13, 2016

Waktu Kamu akan Datang (2)

Ibuk khawatir banget. Pasalnya calon adek bayi seminggu terakhir malah diem. Tidak nendang-nendang seperti sebelumnya. Itsna lagi-lagi bingung dan cuman bingung apa yang harus Itsna lakukan. Karena merasa waktu lahir hampir tiba. Abah dan Ibuk pergi ke Kediri untuk mendapat perawatan lebih. Tidak lupa map hasil check up kemarin dibawa juga buat jaga-jaga. Iseng-iseng, Abah dan Ibuk datang ke dokter langganan keluarga, Dokter Tansil. Abah menyerahkan map itu kepada beliau. Tanpa pikir panjang beliau langsung memasang mimik serius.

"Kayak gini kok cuman dibawa ke Kediri.", Abah dan Ibuk hanya mlongo waktu itu.
"Memang separah apa, Dok?", tanya Abah.
"Kayak gini harus ditangani di Malang atau Surabaya.".

Sebagai orang awam, Abah dan Ibuk manut sama yang ahli. Dokter Tansil membuat surat rujukan ke rumah sakit di Surabaya. Jadi, antara Malang atau Surabaya, Abah Ibuk memilih Surabaya karena kemungkinan besar di sana fasilitas lebih canggih dan lengkap. Tanpa pikir panjang, Abah dan Ibuk on the way ke Surabaya.

Sepanjang perjalanan, Ibuk terlihat lemah banget.
Wajahnya pucat, kantong matanya lebar karena menahan kantuk. Ini karena Ibuk sesak nafas jadi gak bisa tidur nyenyak. Ibuk sudah gak bisa tidur berbaring waktu itu karena kalau berbaring beliau gak bisa nafas. Ibuk hanya bisa duduk. Tidur di mobil pun sambil duduk. Itsna tidak bisa membayangkan Ibuk seperti apa kondisinya. Kira-kira ya begitu. Kasihan banget. Belum lagi Abah yang bingung dan pasrah. Abah hanya mengikut apa kata dokter karena dokter pasti menyarankan yang terbaik.

Itsna di rumah cuman bisa nungguin aja. Abah jarang ngasih kabar. Mungkin karena sibuk nyetir dan sibuk lainnya. Waktu itu, Itsna mau ujian nasional dan saat itu masih try out. Rasanya otak udah mau pecah aja karena mikirin Ibuk bagaimana. Jadi, menjelang akhir Itsna malah gak konsen sama sekali. Lambat laun, Itsna menghadap ke Allah sambil nangis-nangis. Saat itulah dimana Itsna serius berdoa sama Allah agar Ibuk baik-baik aja. Saat itulah Itsna mulai mendekati Allah. Doa untuk Ibuk seakan gak pernah berhenti. Itsna bener-bener nangis waktu membayangkan Ibuk dipanggil Allah padahal Itsna ini nakal banget. Kalau disuruh Ibuk sering nanti-nanti, biasanya sering bohongin Ibuk, dan segala kesalahan yang Itsna bahkan lupa sudah melakukan kesalahan apa aja ke Ibuk yang pasti banyak banget. Itsna hanya bisa berdoa pokoknya.

***

Abah dan Ibuk sampai di RS Mitra Abadi Surabaya yang kabarnya adalah rumah sakitnya orang kaya. Karena yang dirawat disitu kebanyakan adalah konglomerat dan orang keturunan cina yang terkenal kaya. Pertama kali datang, Abah langsung ditanya,

"Punya asuransi?".

Bener-bener menandakan kalau mereka sudah memasuki di zona mahal. Hmmmmmmm.
Ibuk langsung mendapat perawatan secara profesional di rumah sakit tersebut. Sembari mendapat perawatan dan diagnosa kembali kondisi Ibuk, Abah hanya pasrah menunggu kabar dan perkembangan selanjutnya. Oiya, Abah dan Ibuk ke Surabaya tidak sendirian. Mereka pergi bersama Bu Sunarmi dan Mbak Ton. Beliau-beliau ini adalah orang yang menemani Ibuk selama opname di rumah sakit.

Entah seperti apa ceritanya, beberapa hari kemudian Abah diberi surat pernyataan. Dokter memberi tahu secara mendetail tentang kondisi Ibuk sekarang. Dokter hanya bisa mengusahakan dengan tiga pilihan. Pertama, bayi selamat atau ibu meninggal. Kedua, ibu selamat dalam keadaan idiot tapi bayi meninggal. Ketiga, ibu dan bayi selamat tapi sang ibu menjadi idiot. Apakah separah ini hamil dan melahirkan dengan kondisi jantung lemah?

bersambung...

You Might Also Like

0 komentar