Selalu Kurang Fokus

Saya heran dengan diri saya sendiri. Baru saja saya memposting tulisan dengan judul  Betapa Perhatiannya Mereka  dan itu membutuhkan waktu s...

Saya heran dengan diri saya sendiri. Baru saja saya memposting tulisan dengan judul Betapa Perhatiannya Mereka dan itu membutuhkan waktu satu jam lho. Padahal tulisannya hanya itu-itu saja. Isi tulisannya tidak panjang-panjang amat. Pendek. Cuma segitu. Tapilama sekali proses pengetikan dan pengerjaannya. Maklum saya kurang fokus. Ketika di tengah-tengah menulis, saya salah fokus membuka hal lain. Ketika fokus mengetik, kadang saya melihat screen hp yang mati hanya untuk berkaca. Haha. Ketika fokus mengetik tiba-tiba tidak tahu mau mengetik apa lagi akhirnya jadi melamum. Emang dasar! Tapi yang lebih sering adalah membuka situs lain. Jadi, eelain tab untuk Blogger, ada banyak tab untuk situs-situs lain yang iseng saya buka.


Screenshoot di atas masih mending daripada dulu.
Saya dulu justru lebih banyak menghabiskan waktu membuka situs-situs sosial media. Sudah semnacam addict gitu. Dulu kreativitas saya di dunia blog dan tulisan menurun drastis semenjak kenal Facebook, Twitter, dan lain-lain. Memang susah untuk menahan diri menggunakan media sosial apalagi zaman sekarang. Kemana-mana kalau tidak update di media sosial rasanya gimana gitu. Tapi kalau ada kemauan juga bisa berhenti sendiri dari aktivitas di media sosial. Hehe.

Media sosial itu konon katanya seperti drugs bahkan efek kecanduannya bisa lebih parah dari drugs. Pernah baca di suatu tempat dimanaaaaaaa gitu tapi lupa dimana. Saya sebagai remaja muda indonesia juga pernah mengalami hal serupa. Bisa dikatakan saya itu parah banget karena everyday and fulltime buka akun sosial media terus. Padahal kalau sehari tidak melihat kabar teman-teman di sosial media juga tidak akan menyebabkan kematian.

Yaps! Begitulah kira-kira. Ini mau belajar menulis di blog lagi. Harus semangat soalnya menulis di blog merupakan investasi. Siapa tahu tulisan-tulisan saya bermanfaat bagi khalayak. Siapa tahu. Menulis juga saya jadikan proses mendewasaan diri. Pokoknya yang terpenting jangan bersosial media dulu. Kurangi interaksi maya dan latih interaksi sosial di dunia nyata. Ini semua dilakukan agar otak saya lebih kreatif dan aktif untuk menulis. Bukannya menghabiskan masa muda dengan stalking akun mantan mulu eehh.

You Might Also Like

0 komentar