Awal yang Sendu

Pagi hari adalah sebuah awal. Apapun yang kita lakukan pada sebuah awal, akan memengaruhi hal-hal selanjutnya secara keseluruhan. Pagi hari,...

Pagi hari adalah sebuah awal. Apapun yang kita lakukan pada sebuah awal, akan memengaruhi hal-hal selanjutnya secara keseluruhan. Pagi hari, biasa disambut dengan berbagai macam ekspresi oleh setiap orang. Lelah dengan kerjaan semalam, lelah begadang, merasa segar setelah terbangun, bahagia, dan lain-lain. Sekali lagi, semua di awal akan memengaruhi keseluruhan. Aku sendiri mengawali hari dengan penuh bahagia. Hanya sejenak ketika aku menyiapkan pagi dengan hati lapang dan berbunga senang, aku menemui sebuah rumah yang penghuninya sedang menikmati duka. 

Sebuah tenda ditegakkan. Bendera hitam kecil berkibar pelan di salah satu tiang pada tenda. Nuansa busana dan dekorasi hitam-hitam yang kental serta ekspresi sedih orang-orang di sekitar tempat itu cukup memberikan pengetahuan bagi orang yang lalu-lalang. Ada seseorang yang telah meninggalkan dunia ini. 

Aku merenung sembari memacu motorku membelah jalan raya. Rupanya, aku masih diberi kesempatan lebih untuk memijakkan kaki di bumi ini. Aku masih diberi waktu untuk terus beribadah dan senantiasa bertaubat. Aku masih dapat menghirul nafas demi berbuat kebaikan kepada sesama. Aku masih dapat berkedip dan merasakan indahnya pagi hari yang tidak semua orang dapat merasakannya. Hingga detik ini, Allah masih mengizinkanku untuk merasakan hari terutama ketika fajar menyambut.

Lagi-lagi Allah mengingatkanku agar senantiasa bersyukur. 

Aku sepatutnya bersyukur mengenai hal ini. Hal yang menurut sebagian orang sepele. Seperti mereka yang sudah habis jatah umurnya di dunia. Ketika Allah memanggilnya sehingga ia sudah tidak bisa merasakan apa itu hari esok. Waktunya sudah habis. Sedangkan aku yang memiliki banyak kesempatan untuk menyambut pagi. Belum sanggup kubayangkan keluarga dan orang-orang terkasih yang ditinggalkan. Mereka pasti mengawali hari dengan penuh kesedihan. Sampai-sampai membuatnya enggan menjalani hari. 

Bersyukur harus senantiasa dilakukan. Karena tidak semua orang berkesempatan untuk menikmati pagi hari bahkan ia tidak bisa menikmatinya lagi. 

You Might Also Like

0 komentar