Kita Sendiri Belum Sempurna

Saya masih ingat dengan beberapa memori masa lampau. Terutama tentang pengalaman-pengalaman kecil saya. Meski bukan pengalaman luar biasa se...

Saya masih ingat dengan beberapa memori masa lampau. Terutama tentang pengalaman-pengalaman kecil saya. Meski bukan pengalaman luar biasa seperti orang-orang hebat di luar sana, tapi saya cukup bersyukur karena dengan pengalaman kecil itu saya mendapat pelajaran berharga.

Pernah menjelekkan orang lain?

Atau barangkali pernah merasa benar dengan diri sendiri dan orang lain salah?

Saya adalah manusia yang pernah seperti itu. Selalu merasa apa yang saya lakukan adalah benar sedang orang lain selalu memiliki kesalahan. Bukan dikatakan "pernah", tapi sampai sekarang juga masih punya pikiran jelek seperti itu. Karena hal ini, saya jadi selalu berpikir negtif dan men-judge orang lain secara sepihak.

Tapi tahukah kalian tentang rahmat Allah? Guru saya pernah bercerita tentang seorang wanita pezina. Sudah lama sekali ia menggeluti pekerjaan hina tersebut. Hingga bisa dikatakan bahwa jarak antara ia dengan neraka hanya sejengkal saja. Pada suatu hari wanita ini berjalan
di sebuah gurun sembari menahan haus. Ia mencari air kesana kemari namun belum menemukan mata air. Sampai suatu ketika ia menemukan sebuah sumur dan di dekatnya ada anjing yang sedang kehausan. Karena iba, wanita tersebut menggunakan sepatunya untuk mengambil air di sumur lalu diberikan air tersebut kepada si anjing. Allah pun meridhoinya dan merahmatinya dengan hadiah surga.

Lihatlah! Wanita itu mungkin sepanjang hidupnya selalu berbuat dosa hingga neraka adalah tempat terpantas untuknya kelak. Namun hanya berkat satu kebaikan kecil saja yang ia lakukan, Allah merahmatinya dengan surga.

Kisah ini begitu sering saya dengan berkali-kali dari orang yang berbeda-beda. Mungkin adalah pertanda peringatan Allah kepada saya lewat cara yang lembut. Dari kisah ini saya selalu melihat betapa buruknya diri ini karena selalu berprasangka buruk dengan orang lain. Mungkin ada seseorang yang dari luar terlihat tidak baik. Tapi tahukah bahwa Allah lebih mengetahui apa-apa tentang orang tersebut dibandingkan kita yang hanya bisa menilai melalui penglihatan sekilas? Kita tidak pernah tahu posisi derajat kita dengan orang lain di hadapan Allah. Bisa jadi ketika kita merasa lebih baik dari seseorang, seseorang itu justru menjadi sosok yang lebih disayang dan diridhoi Allah karena kebaikan-kebaikan yang tidak pernah diperlihatkan pada semua orang.


Mungkin kalimat don't judge someone by his/her cover itu benar. Dimana kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam diri orang yang kita anggap buruk. Kita lebih dianjurkan look at outself karena kita pasti memiliki suatu kekurangan yang bisa jadi banyak orang yang tidak suka dengan kekurangan kita. If you see somebody with bad things and some lacks, obligatory for us to counsel them because it is mistake. Namun jika kita sudah berusaha menasehati tapi orang tersebut enggan menanggapi kita bisa mendoakan agar dia lekas berubah daripada membicarakan kejelekannya di hadapan orang lain. Kita sering menelan hal-hal tanpa berpikir panjang terutama bad things about people. Parahnya lagi kita dengan mudah membicarakannya kepada orang-orang banyak tanpa mencari tahu kebenarannya. Seperto asal telan saja.

@Sarahnurk pernah menulis di Askfm bahwa jika ada orang lain salah dan kita merasa benar sesungguhnya itu hanya perasaan kita saja. Karena kita selalu merasa bangga dengan diri sendiri. Ini tentang perbedaan antara kita dan orang lain. Setiap orang pasti memiliki perbedaan satu sama lain. Dengan adanya perbedaan, bukan berarti kita yang benar dan orang lain justru salah. Karena perbedaan itulah kita bisa belajar mengerti satu sama lain tanpa saling meremehkan apalagi sampai saling menjatuhkan. Because everybody has advantages and lacks thing so be patient if you dissaponted about their bad attitude. Be calm down and woles. Hehe

 Mungkin kita merasa sebagai orang yang paling benar. Namun sejatinya kita tidak pernah tahu betapa besarnya dosa kita kepada Allah. Jangan selalu membanggakan diri terutama selalu berbangga diri karena telah mengerjakan banyak amal ibadah. Ingatlah bahwa kita hanya bisa masuk surga atas rahmat Allah. Kita pun tidak akan pernah tahu seperti apa kita di masa depan apakah tetap istiqomah atau malah menjadi sosok yang tidak taat lagi terhadap Allah. All of what we ever does are decision in end of our life. Yang merasa sudah banyak ibadah jangan sombong karena belum tentu bisa masuk surga. Yang melakukan banyak perbuatan dosa segeralah bertobat selagi pintu taubat Allah selalu terbuka selama kita masih hidup. Kita semua adalah manusia yang sama-sama tidak sempurna. Kita memiliki perbedaan. Perbedaan itu diciptakan Allah untuk membuat kehidupan sosial kita lebih berwarna dan tidak monoton.

***

Saya menulis tulisan ini supaya saya tidak menggujing orang lain dan lebih suka melihat diri sendiri yang masih banyak salahnya. Hope you'll get benefits for this article. See you. :)

You Might Also Like

0 komentar