Menggalaukan Cinta Menjelma Puisi

Juli 01, 2016

Hari ini saya kembali menemukan "naskah" lama. Kertas ini berisi puisi yang menjadi saksi kegalauan saya akan cinta. Tepatnya ketika saya masih berumur 16 tahun. Hehe

***

Kau Rembulanku, Aku Siapamu?

Setiap malam
Kucoba mengintip langitnya
Berharap rembulan nampak
Tersenyum elok menatap bumi
Inilah malam yang kunanti
Menatapmu dengan sejuta senyum penuh arti
Aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku merinduimu
Duhai rembulanku...


Di sini... Di malam ini...
Aku teruduk diam
Mendongak langit tempat rembulanku berada
Hanya sanggup mengintipmu
Tanpa sanggup bertatap temu

Rembulanku
Aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku merinduimu
Aku ingin merengkuhmu, memelukmu
Namun aku pun tersadar
Sejuta manusia masih ingin menatapmu di kala malam
Menanti kehadiranmu
Menanti cahayamu
Menanti senyum malammu

Rembulanku
Sungguh! Rindu ini tak pernah terjelaskan
Aku ingin menemanimu selalu
Namun aku pun tersadar
Berjuta bintang telah berada dekat
Dengan sosokmu, rembulanku
Tanpa sejengkal pun tepi ruang
Untuk diriku, sosok baru

Rembulanku
Aku merinduimu
Ingin sekali memilikimu, selamanya
Namun aku pun tersadar
Kau pun milik-Nya, bukan milikku

Itsna HM untuk Itsna HM
Lagi kangen ae ='(

Kamis, 15 Mei 2014

***

I think its so crazy poem that I ever made. Huahaha. Gilak panjang amat puisinya. Ini lebih kepada curahan hati daripada puisi. Maksud puisi juga jelas banget. Namanya juga penulis puisi amatiran. Haha. Sudah tidak memiliki bakat berpuisi tapi masih saja nekad membuat puisi. Betulah saya.

Saya akui, dulu saya memang galau dan terpuruk -sekali- karena cinta. Bayangkan bocah umur 16 tahun menulis puisi segila ini. Saya masih ingat betul puisi ini ditulis dan ditujukan untuk siapa. Saya langsung istigfar ketika mengingat orang yang dulu pernah saya "cintai". Rasanya aneh sekali dulu perasaan di hati begitu menggebu-gebu terus sekarang sudah tidak ada apa-apa lagi. Biasa saja. Apakah ini yang disebut cinta? Kenapa cinta bisa hilang begitu saja ya? Kenapa perasaan saya yang dulu-dulu sama si doi? Haha. Because I thought, love before marriage is bulls#**! Love before marriage is not true love. I falled in love with many people but none my feel is keep. All my feel scorched and althought I have feel with someone now its just bullshit. Seriously, I dunno how about love and how is true love. I thought that true love is Allah as our god, Muhammad as our prophet, and my family especially Abah and Ibuk. You know if Allah sent me true love in my life. They are Abah and Ibuk. Also Muhammad whos worried me as his ummah 1400 years ago while sakaratul maut. 

Big thanks and thankful for Allah SWT. Because him, I can learned if fall in love and loving someone just my bad lust. Setan is the best enemy who can encourage human to bad things with his/her lust especially about love. Loving someone is too bullsh@# if compare with rizki and enjoyable from Allah. I think if love someone before marriage just temporary lust. That feel can came and gone as soon as you like. Based from my experience about loving many even too many people given me a lesson about how is true love. True love not based from novel book, film, or sinetron. They all just present their spectator abaot how is beautiful and how is amazing love experience that playing their actors but its not real. Seriously! It just story that human made and their story is bulls**t and not real. 

Please! Love is not like story on novel, film, sinetron, or songs, Love is beautiful because Allah. Allah is true love and will give our true love if deadline. Kalau kita sudah siap, pasti Allah beri. Jika belum ya belum. Jangan maksa juga. Hehe. If your relationship not based because Allah. You cant get happiness from your relationship. Allah have and hold all of human heart. Its easy to Allah to thumb our heart for love or even hate anymore.

Entahlah. Namanya juga cinta. Terlalu abstrak untuk dijelaskan. Maknanya terlalu luas dan setiap orang punya makna berbeda-beda. Mungkin, orang memiliki pemahaman cinta yang berbeda-beda berdasarkan pengalaman masing-masing tentang cinta. Karena pengalaman saya buruk, jadi saya beranggapan buruk tentang cinta sebelum menikah. Bukan cintanya yang disalahkan. Tapi bagaimana kita menempuh dan merealisasikan perasaan yang kita sebut cinta. Apakah dengan jalan yang diridhoi Allah, atau malah sebaliknya?

Well, ini dokumentasi naskah temuan saya. Darimana saya menemukan naskah puisi geje ini? Ternyata kertas ini terselip di tengah Al Quran. Tepatnya pada awalan surah Al Kahfi. Haha. Karena saya dulu kalau galau dan merindukan si doi cuman bisa ngempet. Saking galau dan kangennya, saya ngaji berlembar-lembar sambil nangis-nangis terus sama menulis puisi ini. Astagfirullahal 'adzim. I admit if its my worst and embarassing experience. Haha. Apa segitunya ya hanya karena cinta? Cinta oh cinta. Hahahaha. Sungguh memalukan. Untung ada Allah yang senantiasa melindungi saya untuk tidak merealisasikan cinta dengan cara aneh-aneh. Hanya diam dan ngempet saja hehe.

It will be witness if I was crying because him

Date of my falled in love history. Haha

You Might Also Like

0 komentar