Nikmatnya Tidur setelah Subuh, Tapi....

Kemarin, saya tidur setelah solat subuh. Lebih tepatnya lagi, saya memang sengaja tidur setelah solat subuh. Alasan klise -nya karena saya s...

Kemarin, saya tidur setelah solat subuh. Lebih tepatnya lagi, saya memang sengaja tidur setelah solat subuh. Alasan klise-nya karena saya sudah terbangun dari jam 1 malam. Karena memang sedang dalam momen berpuasa, saya melanjutkan bangun hingga sahur pada pukul 3 dan terus berlanjut tidak tidur sampai adzan subuh berkumandang. Nanggung karena waktu solat subuh kurang sedikit lagi.

Setelah solat subuh, saya memasang aksi tidur. Saya tidur dan baru bangun pada pukul 9 pagi. Karena memang sedang hari-hari libur jadi bisa males-malesan. Tapi perlahan saya menyesal. Kenapa saya lebih memilih tidur pagi daripada menyambut rezeki dari
Allah?

Rasulullah SAW pernah berdoa,


اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya

Di saat tidur pagi itu terasa nikmat, tanpa sadar saya sudah menolak banyak rezeki Allah yang diturunkan pada waktu pagi. Setiap pagi, Allah menyuruh malaikatnya untuk membagikan rezeki ke semua makhluk. Karena pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mencari rezeki. Jika seorang hamba tidur, maka rezeki itu tidak jadi diberikan kepadanya.

Ketika saya tidur pagi kemarin, banyak rezeki dari Allah yang saya tolak. Istilahnya, saya semacam tidak menyiapkan wadah untuk tempat rezeki saya diberikan. Pagi yang seharusnya bisa olahraga pagi, saya justru tidur. Pagi yang seharusnya saya bisa bersih-bersih dan bisa selesai lebih awal waktu, saya justru lebih memilih tidur. Pagi hari dimana saya bisa menghirup udara yang masih segar dan murni, saya lebih memilih tidur. Di saat mandi pagi begitu menyegarkan, saya lebih memilih tidur sehingga mandi pun malah dilakukan di siang hari. Terutama jika saya tidur pagi, saya tidak akan mendapat pahala dengan berbuat kebaikan. Sebagai contoh saja saya selalu memberi makan beras kepada belasan burung dara yang selalu mampir di rumah saya setiap pagi.

Nggak manusia nggak hewan sama aja kalau gak ada yg mulai duluan gak akan ada yg gerak -_-
Pagi ini ada cerita lucu tentang burung-burung ini. Mereka semua bertengger di pagar pembatas jemuran dan jelas-jelas sedang melihat saya menaburkan beras. Tapi mereka semua seperti ragu untuk terbang mendekat dan menyantap beras-berasnya. Entah karena apa. Padahal setiap pagi mereka sudah biasa menunggu saya ngasih makanan. Mereka tetap bertengger di pagar pembatas. Dari sini saya sadar kalau baik manusia atau hewan memiliki sifat yang sama, enggan memulai duluan. Hehe. Kalau melakukan sesuatu selalu saling tunggu hingga ada yang berani maju duluan. Haha. Belum lagi melihat burung-burung ini saling kejar-kejaran. Saya perhatikan lebih lagi, mungkin sekarang adalah musim kawin bagi burung dara. Tapi yang saya amati mereka justru kejar-kejaran gak jelas gitu. Mungkin burung dara cewek gak mau sama burung dara cowok. Ternyata selain manusia, burung dara bisa ngerasain yang namanya jomblo juga ya. #eehh.

Pagi ini juga, otak saya seperti muncul ide dan topik baru untuk menulis hingga saya bisa menulis post ini. Saya benar-benar bersyukur ketika saya memiliki ide untuk menulis. So, coba bayangkan kalau hari ini tadi saya lebih memilih tidur dengan balutan selimut tebal. Belum tentu nanti siang saya memiliki ide menulis seperti sekarang. Big thankful to Allah because this precious idea. 

Saya juga manusia biasa yang suka males-malesan. Saya sendiri sering tidur pagi. Rasanya enaaaak banget. Nikmat tidur pagi seperti tidak bisa dirasakan di waktu-waktu tidur lainnya. Tapi jika saya tetap memilih tidur pagi, maka Allah tidak berkenan memberi saya rezeki dan berkah karena saya tidak stay pada pagi hari. Well, once again, rezeki dari Allah itu bukan selalu berwujud materi yang baru saja kita dapat. Tapi lebih penting daripada sekedar materi. Misalnya waktu, kesehatan, dan lain-lain. Masih diberi nikmat islam bahkan tiba-tiba teringat Allah juga merupakan suatu rezeki yang jarang kita syukuri. Kita sebagai manusia biasanya memang menilai apa itu rezeki dari segi materi yang berharga. But, we still learning. :)

Semoga dengan membuat tulisan ini, saya ke depan menjadi pribadi yang lebih memilih beraktivitas daripada sekadar untuk tidur. Time is more precious in morning, guys! Karena di waktu pagi adalah saat dimana Allah menurunkan rezeki-Nya. Karena di waktu pagi kita bisa lebih bisa berpikir jernih karena biasanya waktu pagi suasana masih hening-hening senyap gitu. Karena di waktu pagi saya lebih punya ide-ide brilian untuk menulis dan membuat otak saya lebih produktif lagi. Masih banyak hal yang sekarang masih belum saya sadari dari manfaat tidak tidur setelah solat subuh a.k.a. tidur pagi. But we still learning, aren't we? :)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan."

Fyi I took two Arabic words from this blog.

You Might Also Like

0 komentar