Sepotong Cinta

Aku hanya ingin mengenang suatu hal. Terkesan sepele, namun sarat akan seribu satu makna terselip. Ialah perhatian dan kasih sayang seorang ...

Aku hanya ingin mengenang suatu hal. Terkesan sepele, namun sarat akan seribu satu makna terselip. Ialah perhatian dan kasih sayang seorang ibu, yang tiada tara menghembus setiap sela kehidupanku.

Aku tengah sibuk membaca Sherlock Holmes di kamarku. Juga mencoret-coret sesuatu di buku catatan hingga seseorang yang kebetulan melihat tingkah lakuku akan mengira aku sedang belajar. Ibuku sendiri sibuk memasak. Ibu yang biasa memanggilkan ketika butuh bantuan tenaga ketika memasak seakan tidak sedang membutuhkan bantuan. Pintu kamarku yang terbukatepat menghadap dapur membuatku dapat melihat apa yang ibuku lakukan. Aku pun cuek saja dan tetap melanjutkan aktivitasku dengan tenang. 

"Kak, ini pisang goreng sebelum Ibu bawa turun.", sapa Ibu lembut sambil meletakkan sepiring pisang goreng panas di pinggir ranjangku. Aku terlalu asyik membaca buku sehingga tidak menyadari bahwa Ibu memasuki kamarku dan duduk tepat di sampingku. 

Dengan semangatnya aku mengambil beberapa potong pisang goreng. Selain beraroma harum, pisang goreng buatan Ibu terlihat menggoda setiap mata untuk mencicipinya. Dan memang benar, rasanya sama persis dengan gorengan yang biasa kubeli di pasar. "Makasih ya buu.".

Ibuk pun mengangguk sembari tersenyum. Sekilas beliau mengambil piring berisi pisang goreng dan melangkah pergi. Aku sangat senang dan terus menikmati pisang goreng buatan ibu dengan lahap sebagai teman membaca. 

Ibu, begitulah panggilan akrabnya. Bukan sekadar panggilan, melainkan julukan bahkan gelar yang memiliki makna terdalam terutama bagi setiap orang. Ibu adalah malaikat yang nampak di bumi untuk menjaga kita sepanjang hidupnya. Ibu adalah orang pertama yang paling perhatian dan menyayangi kita meski kita tidak selalu membalas segala kebaikannya. Seperti aku yang enggan berinisiatif untuk membantu ibu di dapur. 

Hari ini aku mengalami hal yang istimewa sekaligus menjadi pelajaran berharga meski bagi sebagian orang dianggap sepele. Aku mendapatkan sepotong cinta hari ini. Mungkin bukan hanya sepotong melainkan beberapa potong. Hatiku cukup tersentuh akan beberapa potong cinta yang ibu berikan. Padahal aku ini masih menjadi anak yang kurang baik dan selalu menjengkelkan. Utamanya, selalu membuat ibu khawatir. 

Ibuk,  maafin Itsna ya. Itsna akan berusaha menjadi anak yang baik sebaik-baiknya. 

You Might Also Like

0 komentar