Kunci Menghadapi Kehidupan

Cover buku kedua Wirda Mansur. Berhadiah foto dan tanda tangan Wirda Mansur. Wirda Mansur adalah gadis muda dengan segudang pengalaman. Lewa...

Cover buku kedua Wirda Mansur. Berhadiah foto dan tanda tangan Wirda Mansur.
Wirda Mansur adalah gadis muda dengan segudang pengalaman. Lewat buku kedua yang berjudul Be Calm Be Strong Be Grateful, Wirda membagikan secuil kisah bagaimana cara ia menghadapi suka duka kehidupan. Memang pada dasarnya kehidupan tidak selamanya berisi kesenangan saja melainkan juga kesedihan. Kesedihan-kesedihan ini yang biasanya dianggap oleh banyak orang sebagai ujian hidup. 

Wirda memberikan tiga kata kunci dalam menghadapi pelik kehidupan. Pertama adalah Be Calm ketika menerima perlakuan buruk dari orang lain. Kita harus tetap tenang dan santai dalam menghadapi berbagai hujatan yang datang dari orang yang tidak menyukai kita. Dalam hidup, kita memang tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Rasulullah sebagai manusia yang terlindung dari dosa atau bisa dikatakan memiliki akhlak sebagaimana Al Quran masih ada yang membenci. Apalagi kita yang notabene adalah manusia biasa. Be calm yang dimaksud Wirda ialah bersikap sabar. Sebagaimana api jika dibalas dengan api maka akan semakin berkobar liar. Balaslah api dengan air agar padam. Kebencian jika dibalas dengan kebencian tidak akan pernah ada habisnya. Sedangkan jika kebencian dibasuh dengan kesabaran maka lambat laun si penyebar kebencian akan capek atau tersadar bahwa apa yang dilakukannya tidak benar. 


Kata kunci yang kedua adalah Be Strong. Wirda mengatakan melalui bukunya bahwa kita harus bisa menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Kuat di sini adalah mampu menghadapi segalanya tanpa ada kata menyerah. Hampir semua orang pernah berjuang untuk meraih sesuatu bahkan beberapa ada yang hampir menyerah. Atau bisa jadi menyerah duluan. Kita harus bisa tegar dalam menghadapi kehidupan ini dan yakin bahwa Allah senantiasa ada untuk kita.

Kata kunci terakhir adalah Be Grateful. Kita harus senantiasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Terutama rasa iri yang disebabkan karena kurang bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Wirda menceritakan pengalamannya bagaimana ia iri dengan seorang sahabat lalu ia jadikan rasa iri itu sebagai motivasi dan cita-cita agar Wirda mampu seperti sahabatnya. 

Buku ini menarik untuk dibaca. Keunggulannya adalah desains setiap layout yang mencerminkan suasana bahagia dengan dekorasi dominan warna biru. Desain halaman seperti ini membuat pembaca tidak bosan untuk meneruskan bacaan ke halaman berikutnya. Buku ini sebagian besar berisi jawaban-jawaban cemerlang Wirda Mansur atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan melalui Askfm. Banyak pelajaran yang dapat dipetik di setiap jawaban Wirda. 

Salah satu penampakan isi buku Wirda Mansur.

You Might Also Like

0 komentar