Akhirnya Aku Menemukan Cintaku

Random picture from Pinteres Jujur saja, sampai sekarang, aku masih belum mengerti dengan apa itu cinta. Maksudku, cinta dengan la...

Random picture from Pinteres


Jujur saja, sampai sekarang, aku masih belum mengerti dengan apa itu cinta. Maksudku, cinta dengan lawan jenis yang seharusnya aku rasakan sekarang. 

Aku memang merasakan apa itu cinta. Rasanya ya gitu-gitu aja. Tiba-tiba merasa something special tentang si dia. Rasa aneh ini semakin lama semakin menjadi-jadi. Lambat laun, muncul deretan rasa lain seperti rindu dan ingin selalu berada di dekatnya. Minimal melihat sosoknya, hati ini sudah sedikit lega. Walaupun gemuruh rasanya bak gunung api yang erupsi belum juga hilang. Rasa kepo pun muncul dan aktivitas bak detektif ulung dilakukan. Apa saja tentang si dia wajib untuk diketahui. Stalking pun sudah menjadi kebiasaan saban hari. Hingga akhirnya, rasa ingin tahu itu menimbulkan rasa sesak di dada. Pasalnya, si dia tidak balik menyukaiku. Dia memilih orang lain. Lalu, kisah cintaku berakhir begitu saja tanpa ada jejak-jejak sejarah. Benar kata orang-orang,


Terlalu banyak ingin tahu akan menimbulkan sakit hati.

 Ya begitulah kira-kira.

Di umurku yang sudah menginjak 20 tahun ini, aku benar-benar tidak mengerti apa itu cinta. Apa seperti ini perasaan cinta? Dalam sekejap rasa sukaku dengan lawan jenis bisa musnah tak berbekas? Tak pernah ada satu pun rasa -yang disebut- cintadengan seseorang yang mampu bertahan lama bak film-film. Kalau sudah berlalu ya sudah! Semuanya terlupakan begitu saja. 

Mungkin karena cintaku tidak pernah membekas dalam sejarah. 

Jadi, tidak ada satu pun model kenangan tercipta dari rasa sukaku dengan lawan jenis. Semuanya hanya mentok pada rasa suka saja.

Yang kutau akan apa itu cinta, adalah orang tuaku. Dan aku baru menyadarinya baru-baru ini. Sekitar dua tahun terakhir.

Aku tidak mengerti tentang kisah dua orang yang selalu memikirkan kelangsungan hidupku dalam keadaan apapun walaupun aku tidak setiap saat mikirin mereka. Mereka rela peras keringat siang malam hanya demi memfasilitasi hidupku yang kala itu hanya dihabiskan untuk mikirin cowok. Mereka akan melakukan apa saja demi kebaikanku. Mereka akan berusaha yang terbaik untukku. Mereka salah-dua dari manusia yang rela menjaga dan merawatku hingga sebesar sekarang. Dan masih banyak hal yang tidak kusadari untuk menggambarkan cinta orang tua kepada anaknya. Seakan-akan, mereka rela mati demi dirimu yang bodoh ini. 

Intinya, cinta orang tua kepada anaknya itu besar sekali. Sampai kita tidak mampu menggambarnya dengan apapun dan membalasnya seperti apapun usaha yang kita lakukan.

Baru kusadari...

Cinta itu tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata romantis bak film atau sinetron. Cinta itu soal pembuktian. Perasaan cinta dan sayang setiap orang akan diekspresikan dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan kita tidak pernah menduga bahwa perilakunya selama ini adalah ekspresi rasa cinta dan sayangnya kepada kita. Mengapa aku yang bodoh ini baru bisa menyadari cinta orang tuaku sekarang? Mengapa aku tidak pernah menyadarinya dari dulu dan malah disibukkan dengan mengejar cinta lawan jenis yang sosoknya baru kukenal kemarin? Dasar bodoh.

Dan satu hal yang harus aku syukuri...

Dalam hidupku, aku diberi kesempatan untuk merasakan kasih sayang orang tuaku sendiri. Banyak sekali orang tidak merasakan apa yang aku rasakan. Ada yang broken home, kehilangan ayah atau ibu, kehilangan keduanya, bahkan belum sempat melihat orang tua kandung dengan mata kepalanya sendiri. Betapa bodohnya aku jika aku tidak mensyukuri semua ini.

Sejauh ini, cinta yang kuketahui adalah orang tuaku. Maka dari itu, aku akan merawat cinta mereka sebaik mungkin. Dengan cara apa? Aku akan berusaha menjadi anak yang baik dan membanggakan mereka.

Potret selfie orang tuaku ketika di Beijing, Cina.

You Might Also Like

0 komentar