Definisi Cantik

Picture from  Pexels Aku baru saja menyelesaikan buku Kun Anta terbitan WahyuQolbu. Buku yang cukup inspiratif dan tidak membosankan ...

Picture from Pexels

Aku baru saja menyelesaikan buku Kun Anta terbitan WahyuQolbu. Buku yang cukup inspiratif dan tidak membosankan untuk dibaca. Dari isinya, sudah jelas berbobot dan berkualitas karena menjelaskan dengan apa itu definisi kecantikan seorang manusia dan bagaimana Allah melihat kecantikan seorang hamba. Dari tampilan buku, baik cover maupun layout per halaman dalam buku, semuanya cukup menarik serta tidak akan membuat bosan pembaca dengan permainan warna pink dan hitam yang keliatan cewek banget. Apalagi dilengkapi ilustrasi-ilustrasi yang menarik. Mungkin orang-orang yang tidak pernah notice terhadap buku akan tertarik untuk membacanya.

Mengenai definisi cantik?

Aku masih ingat betul perihal kelabilanku lima tahun silam. Tepatnya ketika masih menduduki bangku SMP. Dengan karakter minim dan sifat labil yang masih mendominasi, aku berpikir bahwa cantik itu harus putih. Dari situ, aku pun berkeinginan untuk memiliki kulit putih. Aku mulai mencari tahu bagaimana caranya agar kulitku yang sawo matang ini bisa berwarna putih bak artis di tv-tv. Lucunya, Ibuk mendukung diriku untuk tampil cantik alias memutihkan diri. Ibuk tidak segan untuk membelikanku krim pemutih. Walaupun pada dasarnya, mengenai perawatan, aku dan Ibuk sama-sama minim pengetahuan tentang hal tersebut.


Mulailah aku rutin memakai krim pemutih. Sejujurnya krim itu berbau tidak enak. Baunya seperti menyengat dan membuatku tidak nyaman. Tapi aku tetap memaksakan diri untuk memakainya setiap hendak berangkat sekolah sebagai pengganti bedak. Perawatan sederhana ini aku lakukan berbulan-bulan secara istiqomah. Hasilnya? Ternyata aku tidak kunjung putih juga. Hehe.

Mendapati non efek dari krim pemutih, aku pun menghentikan pemakaiannya. Aku pun cuek dengan penampilanku saat itu. Hingga ujian tiba-tiba menerpa. Keningku diserbu jerawat yang hilang timbul silih berganti dengan cepat. Rasanya sakit banget. Apalagi ketika dibuat solat. Untuk bersujud saja, aku harus berpikir bagaimana agar keningku tidak merasa sakit. Dan yang pasti, hal itu menyiksa sekali. Jerawat ini terus menyerangku hingga pertengahan SMA. Alhamdulillah, dengan perawatan kulit sederhana dengan satu krim pelembab, wajahku berangsur-angsur bersih dari jerawat.

***

Inilah aku yang sekarang.

Aku tidak peduli dengan kecantikan fisik yang sempurna. Maksudku adalah tidak terobsesi dengan memiliki kulit putih, mata indah, tubuh semampai, sulam alis, dan sederet perawatan berlebihan. Aku menyadari bahwa cantik yang semacam itu adalah propaganda. Seperti yang sering terlihat di iklan produk kecantikan. Iklan-iklan tersebut selalu menampilkan perempuan cantik yang seakan adalah hasil dari penggunaan produk kecantikan tersebut. Kita yang notabene hidup di bumi tropis sebagai masyarakat Jawa dengan kulit sawo matang berlahan-lahan mulai berusaha memiliki standar kecantikan seperti yang selalu kita lihat di media masa.

Nyadar gak kalo iklan-iklan yang biasa kita lihat sehari-hari lambat laun menjadi suatu kebenaran di dalam otak kita? 

Dari sinilah standar atau paradigma kecantikan masyarakat Indonesia -atau orang lain- mulai bergeser. 

Kita melihat bahwa cantik itu adalah fisik yang indah semata. Padahal cantik tidak sesederhana itu. Cantik memiliki makna jauh lebih dalam jika kita mau menyadari dan merenunginya dalam-dalam. 

Sikap yang lembut dan baik itu jauh lebih cantik daripada cantik fisik apalagi kalau cantik fisik yang sengaja dibuat-buat. Apalah raga yang rupawan kalau sikap, perilaku, dan karakter kita tidak baik terhadap oran lain? Apa gunanya cantik fisik kalau hubungan dengan Allah Sang Maha Pemberi Kecantikan tidak secantik fisikmu? Padahal, cantik fisik itu adalah pemberian dariNya yang memang harus kita syukuri. 

Beruntung aku memiliki Allah. Allah itu Maha Baik. Allah tidak melihat fisik untuk menilai seorang hamba. Sebaliknya, Allah melihat seorang hamba dari kecantikan hatinya yaitu tentang bagus tidaknya akhlak yang ia miliki, bagaimana ketaatannya pada perintah Allah, dan lain-lain.

Cantik fisik itu bonus karena pemberian langsung dari Allah. Sedangkan cantik hati adalah kehendak kita untuk memilih baik atau buruk. Pilihan-pilihan ini yang dilihat Allah untuk menilai kualitas kita sebagai ciptaanNya.

Sekali lagi, inilah aku yang sekarang...

Aku berpenampilan biasa dan sewajarnya. Tidak heboh apalagi ngalay demi mendapat perhatian dari orang lain apalagi lawan jenis. Yang terpenting tampil bersih, sopan, dan rapi, bagiku sudah cukup. Aku juga tidak meninggalkan perawatan diri dengan skincare rutin agar paling tidak diriku terawat dan sehat. Itu saja sudah cukup untuk fisik.

Biarlah orang berkata kulitku hitam. Aku biasa aja mendapat komentar gak bener kayak gitu. Emang aslinya gak hitam. Cuma berwarna sawo matang aja. Ngapain iri sama orang yang berkulit putih? Bukankah orang-orang Eropa yang berkulit putih itu ingin mendapatkan kulit gelap dengan sering berjemur di pantai? Ah sudahlah.



You Might Also Like

0 komentar