Labil dan Labil

Barangkali ini nampak sepele bagi kebanyakan orang. Atau bahkan mereka menganggap hal ini adalah sesuatu yang tidak penting. Tapi tidak bagi...

Barangkali ini nampak sepele bagi kebanyakan orang. Atau bahkan mereka menganggap hal ini adalah sesuatu yang tidak penting. Tapi tidak bagi diriku sendiri.

Aku kembali di dunia maya. Kembali dalam artian menyelami sebuah hobi lama, yakni menulis di blog. Rasanya sudah begitu lama sekali untuk menulis sepatah dua patah kata yang saling berkesinambungan membentuk sebuah makna tersendiri. Baru kemarin menulis sebuah artikel di blog Wordpressku. Menyisakan beberapa jam waktuku untuk menulis ternyata cukup melegakan dan mampu mengembalikan stamina batinku yang merasa sumpek oleh beberapa hal. Walaupun tulisanku hanya berupa resensi sebuah buku, namun ada rasa puas sekaligus lega yang menyelimuti tatkala tulisan tersebut sudah rampung dan diunggah di blog. Apalagi ada yang langsung memberi like dan comment atas tulisan yang baru saja aku unggah.

Sehari setelahnya, yaitu hari ini, aku teringat dengan blogku dari platform Blogspot ini dan memeriksanya sejenak. Merasa tampilan tema yang kurang memuaskan, aku pun searching simple theme for blogspot di Google. Tidak berselang lama, kutemukan tema yang menurutku bagus. Lalu langsung dipasang ke blog ini.

Entah mengapa, perihal tampilan blog, rasa-rasanya aku cepat sekali bosan. Sudah berkali-kali aku mengganti tampilan blog. Alasannya sepele. Aku tertarik dengan tampilan blog orang lain dengan platform yang sama. Nampaknya tampilan blog mereka lebih bagus dan simpel gitu. Jadi timbul hasrat untuk meniru tampilan blog yang paling tidak terkesan simpel seperti punya mereka.

Ya beginilah! Masalah tampilan atau tema blog memang tidak ada habisnya. Aku sering bergonta-ganti tema hingga melupakan konten-konten dalam blog. Padahal, kualitas isi dari blog berupa tulisan-tulisan yang bermanfaat bukankah perlu ditingkatkan? Tampilan memang memberikan kesan pertama dan ketertarikan pada orang baru untuk mendekat atau mengenal lebih jauh -persis dengan konsep manusia dalam mencari jodoh-. Tapi biar bagaimanapun kualitas isi tetap yang paling menentukan.

Memang dasar labil.

You Might Also Like

1 komentar